Skip to main content

Surat Peringatan untukku? #JejakKedua

huuuuh...

pagi ini ada sms dari Ka Akur, jarkom mengenai pleno seperti yang sebelumnya sering dilakukan oleh Ka Akur. namun aku merasa ada yang sedikit berbeda dari jarkomnya hari ini. kira-kira smsnya seperti ini:

27 Juli 2011
08:05:48
"Boys and Girls, Pleno MPM, Kamis 280711 @R. MPM, pukul 16.00-18.00. Agenda: Kalender Kemahasiswaan, Surat Peringatan untuk Anggota MPM serta Publikasinya, Pemilu. Tunjukin Kalo Lo Punya Manfaat! Izin:raka"
Pengirim: Akur E08

saat baca kalimat-kalimat yang awal, aku merasa senang karena akan ada pleno. dan aku pun ingin datang karena pleno sebelumnya yaitu hari senin lalu aku tidak bisa datang. perutku sakit. 

namun setelah membaca agenda rapat, aku merasa sedih. terutama pada bagian Surat Peringatan untuk Anggota MPM serta Publikasinya. mungkin yang akan diberikan surat peringatan tidak hanya satu orang. dan entah mengapa, aku merasa bahwa aku termasuk di dalamnya. terlebih lagi kalimat terakhir yang menyerukan tantangan untuk bermanfaat.

huuuh...
kuakui liburan ini aku memang tidak banyak memberikan kontribusi kepada MPM. aku tidak bisa sering pergi keluar saat liburan. banyak rakom, pleno dan kegiatan lainnya yang tidak bisa kuhadiri. aku merasa bersalah pada teman-teman MPM. terutama untuk teman-teman Komisi III dan juga Pimpinan. maaf aku tidak banyak berguna.

tapi sejak awal aku memang merasa kurang berkontribusi. aku bukan salah satu dari sc pembinaan. dan kalau pun iya aku tidak melakukan bayak hal di sana. saat jadi sc ldkm, tugasku jadi notulen dan aku tidak mengerti pembahasan mereka. hebat sekali auri yang masih maba bisa menjadi sc ppam dan melakukannya dengan sangat baik. farah di mabim dan inez di pl, semuanya sangat hebat. aku kagum. 
i wonder if i can be like them.

padahal ini belum pasti, tapi aku sudah menjadi pesimis karenanya. dasar bodoh.

Comments

Popular posts from this blog

Hambatan Dalam Kepemimpinan

Sering menyalahkan situasi
Seorang koruptor yang dihadapkan ke pengadilan mengatakan bahwa ia sebenarnya korban situasi. Sebenarnya ia bukan korban situasi, namun ia melarutkan diri dalam situasi dan menggunakan situasi sebagai alasan untuk berbuat jahat. Situasi melahirkan pemimpin yang cocok untuk zamannya. Sejarah telah membuktikan kebenarannya. Kebanyakan panglima perang menunjukkan wibawanya pada masa peperangan tetapi tidak cocok memimpin kelompoknya pada masa damai dan tenteram. Pemimpin yang dapat melihat situasi yang dihadapi dan cerdas menanggapinya, mampu memberikan perintah pada saat yang tepat dan mengambil inisiatif. Pemimpin seperti ini tidak perlu menjadi ahli di bidangnya tetapi memahami pengetahuan umum di bidang itu. Di samping itu anda tentu saja harus memiliki kemampuan teknis dan profesional agar anda berwibawa dalam mengatur roda kepemimpinan serta mengambil keputusan yang komunikatif dan meyakinkan.
Tidak berhasil memotivasi mereka
Kebolehan seorang pemimpin berg…

Puisi "Batas" oleh M. Aan Mansyur

Beberapa waktu yang lalu, gw lagi bener-bener suka sama satu puisi. Pasti udah banyak yang tau puisi ini, karena memang ia ada di film Ada Apa Dengan Cinta 2. Puisi ini adalah puisi yang Rangga tulis untuk Cinta saat dia menuju Jakarta. 
Mungkin ada yang berpendapat bahwa basi banget baru suka puisinya sekarang, padahal film AADC2 itu tayangnya udah dari 2016. But hey, it's okay to not follow the trend, isn't it? hahaha..

Semua perihal diciptakan sebagai batas.
Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain.
Hari ini membatasi besok dan kemarin. Besok
batas hari ini dan lusa. Jalan-jalan memisahkan
deretan toko dan perpustakaan kota, bilik penjara
dan kantor walikota, juga rumahmu dan seluruh
tempat di mana pernah ada kita.Bandara dan udara memisahkan New York
dan Jakarta. Resah di dadamu dan rahasia
yang menanti di jantung puisi ini dipisah
kata-kata. Begitu pula rindu, hamparan laut
dalam antara pulang dan seorang petualang
yang hilang. Seperti penjahat dan kebaikan
dihalang uang dan u…

Review: Novel "Harga Sebuah Percaya"

Beberapa hari yang lalu gw baru selesai baca novelnya Tere Liye yang berjudul “Harga Sebuah Percaya”. Sebelumnya gw pernah review novel “BUMI” karya Tere Liye (bisa dibaca di sini). Sampai saat ini masih belum ada mood untuk ngelanjutin review novel “BULAN”, sekuel dari “BUMI”. :(
Gw punya novel ini dari akhir Agustus 2019. Saat itu akun official Gramedia lagi diskon, akhirnya gw beli lima novel Tere Liye dan salah satunya “Harga Sebuah Percaya” ini. Empat novel lainnya masih terbungkus rapi dan gw masih belum ada mood untuk baca. Mungkin salah satunya akan segera gw baca saat liburan akhir tahun ini. Lagi pula saat ini gak ada drama Korea yang diikutin, jadi gw punya banyak waktu luang untuk baca.

Review ini mengandung SPOILER! dan juga sangat subjektif! Jadi gak apa-apa kalau ada yang punya pendapat lain. Let’s respect each other and I’m very open for a discussion! Silahkan comment di bawah, pasti gw bales kok hehe…
Overall, Novel “Harga Sebuah Percaya” ini menceritakan kisah Jim yan…

Itinerary and Budget South Korea Trip [May 2016]

Setelah sepuluh postingan sebelumnya itu menceritakan tentang kejadian apa aja yang terjadi selama perjalanan gw, Nono dan Anita di Korea Selatan pada tanggal 1 – 10 Mei 2016, kali ini gw akan memposting mengenai keseluruhan itinerary kita dan juga budget gw selama traveling kemaren.
Sebelum liat itinerary aktual kita pas di Korea Selatan, ini gw kasih liat itinerary yang kita rencanain sebelum berangkat: (please click and then open image in new tab for bigger resolutions)