Langsung ke konten utama

Curcol di kelas PIK #JejakKeempat

Di minggu-minggu akhir pergantian kepengurusan, keadaan menjadi semakin memanas. baik dengan adanya Pleno Terbuka MPM mengenai sistem baru kampanye. setelah itu Fordept untuk memutuskan suara warga sipil. hal yang paling menguras pikiran adalah masih kurangnya calon MPM dari Fraksi Sipil hingga detik ini.

Sebenarnya yang mengambil formulir ada empat orang. namun yang satu karena banyak pertimbangan antara MPM, IM dan angkatannya, akhirnya ia mengundurkan diri. dan dia meng-sms aku malam ini dan memberi tahu hasl keputusannya. sudah menduga sebenarnya, namun masih tidak rela membiarkannya mundur menjadi calon.

Bertanya pada teman dari Departemen lain dan mereka sudah ada empat calon MPM Fraksi. I wish my department too. dengan mundurnya dia, harus ada satu orang yang maju. entah itu dari IM atau dari MPM Fraksi. yang jelas aku tidak ingin maju lagi. dan aku tahu bahwa rekanku yang sebenarnya ingin maju, tidak bisa maju dengan alasan keluarga.

aku pun memiliki berbagai pertimbangan dalam kepalaku. tapi kenapa semua orang tetap memaksaku untuk mengajukan diriku lagi. kalau aku maju lagi, rasanya tidak akan sama dengan awal aku maju ke MPM. kalau sekarang aku maju, aku akan maju dengan setengah hati dan kinerjaku tidak akan sama dengan tahun ini.

Ya Allah, aku mohon supaya ada satu orang lagi. satu orang yang menjadi penyelamat Fraksi ku, satu orang yang juga menjadi penyelamat hidupku. Ya Allah aku mohon supaya orang itu bisa segera merubah pikirannya dan akhirnya memutuskan untuk menjadi anggota MPM.

Amin

Komentar

  1. semangat hidaay..
    semoga ada yang bisa maju lagi gantiin kamu..
    ayo ayo gencar cari penerus,,hehehe...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hambatan Dalam Kepemimpinan

Sering menyalahkan situasi
Seorang koruptor yang dihadapkan ke pengadilan mengatakan bahwa ia sebenarnya korban situasi. Sebenarnya ia bukan korban situasi, namun ia melarutkan diri dalam situasi dan menggunakan situasi sebagai alasan untuk berbuat jahat. Situasi melahirkan pemimpin yang cocok untuk zamannya. Sejarah telah membuktikan kebenarannya. Kebanyakan panglima perang menunjukkan wibawanya pada masa peperangan tetapi tidak cocok memimpin kelompoknya pada masa damai dan tenteram. Pemimpin yang dapat melihat situasi yang dihadapi dan cerdas menanggapinya, mampu memberikan perintah pada saat yang tepat dan mengambil inisiatif. Pemimpin seperti ini tidak perlu menjadi ahli di bidangnya tetapi memahami pengetahuan umum di bidang itu. Di samping itu anda tentu saja harus memiliki kemampuan teknis dan profesional agar anda berwibawa dalam mengatur roda kepemimpinan serta mengambil keputusan yang komunikatif dan meyakinkan.
Tidak berhasil memotivasi mereka
Kebolehan seorang pemimpin berg…

Itinerary and Budget South Korea Trip [May 2016]

Setelah sepuluh postingan sebelumnya itu menceritakan tentang kejadian apa aja yang terjadi selama perjalanan gw, Nono dan Anita di Korea Selatan pada tanggal 1 – 10 Mei 2016, kali ini gw akan memposting mengenai keseluruhan itinerary kita dan juga budget gw selama traveling kemaren.
Sebelum liat itinerary aktual kita pas di Korea Selatan, ini gw kasih liat itinerary yang kita rencanain sebelum berangkat: (please click and then open image in new tab for bigger resolutions)

Review: Novel Dilan, Dilan #2 dan Milea

Akhir-akhir ini dunia media sosial lagi marak ngutip gombalannya Dilan dari film Dilan 1990. Gw pun akhirnya jadi ikut penasaran sama jalan ceritanya. Sebenarnya udah penasaran dari agak lama dan berniat untuk beli bukunya. Tapi akhirnya gak pernah jadi kebeli karena emang bukan prioritas. Berhubung film-nya udah tayang di bioskop dan banyak meme yang bertebaran di media sosial, akhirnya rasa penasarannya muncul lagi.
Berhubung kemaren ada acara tuker kado sama Icu, Omah dan Ayu karena sama-sama ulang tahun di bulan Januari (kecuali Ayu di bulan Juli), akhirnya gw minta mereka untuk beliin gw trilogi novel Dilan, yaitu Dilan: Dia adalah Dilanku Tahun 1990, Dilan Bagian Kedua: Dia adalah Dilanku Tahun 1991 dan Milea: Suara dari Dilan. Alhamdulillah barusan selesai baca tiga novel tersebut. Perlu waktu sekitar 1 minggu untuk nyelesein bacanya, karena banyak dipotong kegiatan lain. Begitu baca novelnya, entah kenapa tiba-tiba jadi pengen bikin review dan postingan inilah hasilnya.
Revi…

Bye-bye South Korea! #Day10

Hari ini officially hari terakhir di Korea Selatan, karena kita harus pulang ke Jakarta. Pagi itu agak hectic gitu, karena gw yang biasanya bangun paling pagi juga agak telat bangun. Langsung buru-buru mandi dan packing. Anita sama Nono juga kayanya cuma mandi bebek aja deh. Sambil nunggu mandi, kita juga sempetin sarapan ramyeon instan yang kita beli kemaren. Tapi gw sih kurang nafsu, jadi banyak sisanya.
Pas jam setengah 6an, si Justin dateng dia nanya kita udah siap atau belom dan mau ngajak bareng ke bandara. Tapi karena kita masih riweuh dan gak enak kalo minta dia nungguin, akhirnya kita minta dia berangkat duluan aja.
Pas udah jam 6an kurang, kita akhirnya rapih dan mulai jalan ke halte. Sebelumnya tuh kita dikasih bekel camilan gitu sama Kani, karena katanya kita gak sempet sarapan. Gak lupa sempetin foto bareng dulu sama Kani sebelum pamit pulang.