Langsung ke konten utama

Perjalanan Senin Lalu #JejakKeduabelas

Hari senin yang lalu merupakan satu dari hari yang melelahkan di semester 6 untukku, cut, emma, eby dan april. Perjalanan ke BPLH yang melelahkan. Terlalu panjang untuk diceritakan satu per satu. Satu hal yang jelas adalah perjalanan kemarin penuh dengan PENANTIAN. Menanti bikun yang tak kunjung datang, KRL Ekonomi yang untung saja ke arah Tanah Abang dan yang paling menyesakkan adalah Kopaja 63 yang benar-benar lama dan penuh sesak dengan orang yang baru pulang kantor.

Sebenarnya inti dari postingan ini bukan itu. Ada satu peristiwa yang masih terekam jelas di benak ini. Saat itu hujan rintik menyapa bumi. Kopaja 63 yang dinanti pun tidak kunjung datang. Menghabiskan waktu dengan mengobrol satu sama lain. Tiba-tiba lewat di depan kami seorang bapak yang sedang menuntun sepeda. Dan penglihatanku masih cukup baik untuk melihat bahwa di keranjang depan sepeda tersebut terdapat anak kecil. Umurnya kira-kira di bawah tiga tahun. Anak kecil itu beralaskan kain-kain yang cukup banyak. Namun tidak ada penutup yang melindungi anak itu dari tetesan hujan. Mataku mengikuti gerakan sang bapak yang terus jalan tanpa menghiraukan kami yang melihat. Di bagian belakang sepeda tersebut kulihat ada sebuah kotak yang cukup besar. Kotak tersebut memiliki beberapa lubang kecil yang ditutup dengan kawat. Kulihat ada tulisan "Di Jual Burung ... " Entah jenis burung apa yang dijual. Dan memang terlihat ada burung kecil di dalam lubang kecil tersebut.

Aku beralih pada temanku dan bertanya "itu maksudnya apa ya?" Mereka tertawa dan sama halnya denganku mereka pun tidak tahu. Saat aku berbalik, mereka sudah semakin menjauh. Satu lagi yang membuatku kaget adalah kini di depan mereka ada seorang ibu yang juga sedang menuntun sepeda. Jangan katakan bahwa dia adalah istri dari sang bapak. Di tengah rintik hujan, mereka berjalan beriringan dan dikelilingi oleh klakson mobil yang bersahut-sahutan. Mereka terus berjalan hingga tidak terlihat lagi dari penglihatan.

Menyedihkan! Sangat menyedihkan! Aku tidak bisa berbuat apa-apa. Kondisi dimana kau hanya bisa melihat dan tidak bisa melakukan apa-apa.

Sesak! Melihat mereka dadaku sesak! Ya Allah bagaimana cara mereka menjalani hidup? Bagaimana mereka makan? Apakah mereka memiliki tempat untuk pulang?

Karena mereka, aku baru menyadari bahwa nikmat yang Kau berikan kepadaku sungguh sangat luar biasa. Aku bisa makan makanan enak setiap hari tanpa harus bersusah payah sebelumnya. Aku memiliki rumah untuk pulang setelah lelah dengan aktivitasku. Bahkan tugas besar di semester 6 ini jadi terasa begitu menyenangkan karena aku bisa kuliah, dan aku kuliah di Universitas bergengsi yang menyandang nama bangsa, Universitas Indonesia.

Betapa bodohnya aku yang mungkin sebelumnya sering mengeluh karena hal-hal kecil. Aku sudah diberikan nikmat yang sangat banyak. Banyak sekali jika dibandingkan dengan mereka. Dan aku tidak akan membandingkan nikmat yang telah aku dapatkan dengan nikmat teman-temanku yang jauh lebih banyak dari pada aku. Aku tidak ingin mengeluh kepada-Mu setiap hari, mempertanyakan kenapa nikmat mereka jauh lebih banyak dari pada aku. Aku tidak ingin Kau mengambil perasaan bersyukur ini dari dalam diriku. Biarkan aku untuk terus bersyukur kepada-Mu. Izinkanlah aku untuk mendapatkan nikmat-Mu yang lebih banyak lagi dengan usahaku, dengan kerja keras ku sendiri dan dengan cara-cara yang tidak menyimpang dari jalan-Mu. Izinkanlah juga agar aku dapat menjadi seorang engineer yang baik dan benar, bukan sekedar untuk mencari materi. Tapi seorang engineer yang dapat menggunakan ilmuku untuk membantu masyarakat, yang dapat membantu untuk memperbaiki lingkungan hidup mereka agar kualitas hidup mereka meningkat. Amin.

Ya Allah terima kasih atas perjalanan singkat yang telah membuka mataku ini :')

Komentar

  1. gue jg pernah merasakan hal yg sama day, sering bgt apalagi klo lg jalan2 ke arah pusat kota, makin banyak yg elit tp makin miris bgt ngeliat yg spt lo ceritakan itu.

    Rasanya pengen jd pemimpin biar bs mewakili mereka, rasanya campur aduk antara mau marah, kesel, ga terima, malu, tp ga bisa apa2.

    alhamdulillah
    semangat day, tetap terus bersyukur...

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hambatan Dalam Kepemimpinan

Sering menyalahkan situasi
Seorang koruptor yang dihadapkan ke pengadilan mengatakan bahwa ia sebenarnya korban situasi. Sebenarnya ia bukan korban situasi, namun ia melarutkan diri dalam situasi dan menggunakan situasi sebagai alasan untuk berbuat jahat. Situasi melahirkan pemimpin yang cocok untuk zamannya. Sejarah telah membuktikan kebenarannya. Kebanyakan panglima perang menunjukkan wibawanya pada masa peperangan tetapi tidak cocok memimpin kelompoknya pada masa damai dan tenteram. Pemimpin yang dapat melihat situasi yang dihadapi dan cerdas menanggapinya, mampu memberikan perintah pada saat yang tepat dan mengambil inisiatif. Pemimpin seperti ini tidak perlu menjadi ahli di bidangnya tetapi memahami pengetahuan umum di bidang itu. Di samping itu anda tentu saja harus memiliki kemampuan teknis dan profesional agar anda berwibawa dalam mengatur roda kepemimpinan serta mengambil keputusan yang komunikatif dan meyakinkan.
Tidak berhasil memotivasi mereka
Kebolehan seorang pemimpin berg…

Itinerary and Budget South Korea Trip [May 2016]

Setelah sepuluh postingan sebelumnya itu menceritakan tentang kejadian apa aja yang terjadi selama perjalanan gw, Nono dan Anita di Korea Selatan pada tanggal 1 – 10 Mei 2016, kali ini gw akan memposting mengenai keseluruhan itinerary kita dan juga budget gw selama traveling kemaren.
Sebelum liat itinerary aktual kita pas di Korea Selatan, ini gw kasih liat itinerary yang kita rencanain sebelum berangkat: (please click and then open image in new tab for bigger resolutions)

Bikin Surat Keterangan Berbadan Sehat dan Bebas Narkoba di RSUD Tangsel

Tahun ini, pendaftaran Beasiswa LPDP 2018 udah dibuka, bahkan yang tujuan dalam negeri pendaftarannya udah ditutup tanggal 8 Juni 2018 kemarin. Gw pun daftar yang dalam negeri, setelah tahun lalu mencoba daftar yang luar negeri dan gagal di Assessment Online :(
Salah satu persyaratan BPI (Beasiswa Pendidikan Indonesia) Program Magister adalah memiliki Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh dokter dari Rumah Sakit Pemerintah; Puskesmas; atau Klinik Pemerintah dengan masa berlaku paling lama 6 (enam) bulan sebelum penutupan pendaftaran di setiap periode pendaftaran dengan ketentuan: Surat keterangan berbadan sehat dan bebas dari narkoba, berlaku untuk semua pendaftar BPI Reguler. Surat keterangan bebas TBC, hanya untuk pendaftar BPI Reguler tujuan luar negeri.
Mungkin bagi pejuang LPDP yang sebelumnya pernah daftar udah tau gimana caranya bikin kedua surat keterangan itu. Tapi gw mau bikin postingan ini sebagai pengingat aja in case tahun depan harus bikin lagi #SemogaNggak #SemogaTahun…

Sajak Putri dan Pangeran karya Tere Liye

Beberapa hari yang lalu, gw dapat kabar bahagia karena salah satu teman baik sepertinya akan menikah tahun ini hihihi.. Gw agak sedikit gak percaya, tapi ternyata orangnya sendiri pun gak percaya juga kalau dia mau nikah tahun ini hahaha..
I’m really, really happy for her. But deep down, I feel a little bit envious :’) Pengen bisa segera ketemu juga sama si jodoh huhu.. Tapi balik lagi, timeline hidup gw dan teman baik gw itu jelas berbeda. Mungkin memang tahun ini adalah waktunya dia untuk menikah. Gw berdoa dan berharap semoga bisa segera menyusul dia, aamiin.
Lalu tiba-tiba kepikiran salah satu sajak yang ada di Kumpulan Sajak “Dikatakan atau Tidak Dikatakan, Itu Tetap Cinta” karya Tere Liye. Sajak itu berjudul “Sajak Putri dan Pangeran” di halaman 49.

Aku akan jatuh cinta, tentu saja
Seorang putri selalu jatuh cinta
Tapi tidak sekarang atau hanya untuk urusan murah
Aku akan jatuh cinta, kepada seorang pangeran
Yang datang dengan gagah berani
Mengambil tanggung jawab dalam hubungan yang …