Skip to main content

conGRADUATION!! #part1

I've been away for more than a month. Ada banyak hal yang sudah menunggu untuk dipost. Well, the first big event was GRADUATION!! Yeeeaaaay..

Setelah 4 tahun, akhirnya yang dinanti-nantikan tiba juga :')
Perjuangan selama 4 tahun yang penuh dengan suka dan duka telah berakhir. Namun, petualangan yang sebenarnya justru baru dimulai.

Gladiresik Wisuda UI dilaksanakan tanggal 29 Agustus 2013. Hari itu aku didandanin sama Mbak Diah dan teman-teman laborannya di DEPT. METAL!! Bisa bayangin gak tuh pake kebaya dan langsung main ke Dept orang!!? Yang bikin lebih malu itu pas udah didandanin dan keluar dari Metal. Gw dilihatin banyak orang! Mulai dari Metal, Mesin, Elektro dan akhirnya kembali ke Sipil. T_T

Lalu gw datang ke acara MiGrad (Mini Graduation) yang diadain di EC 303 oleh Panitia PSB Genap 2013. Acaranya biasa aja sih (menurut gw). Tapi semua panitia udah bekerja keras, jadi patut diapresiasi. (^_^)b

Habis MiGrad, ada Gladiresik Wisuda di Balairung. Alhasil, gak pake makan siang dulu langsung cabut ke Balairung pake mobilnya Nissa. Di parkiran, semuanya riweuh pake toga haha..

Setelah semua toga rapi, berjalanlah kita (Nissa, Emma, Cut, Nono dan Gw) ke Balairung. FT dapet posisi di bagian paling kanan kalau kita menghadap ke panggung (?) Balairung. Setelah gw perhatiin, ternyata wisudawan FT itu paling banyak. FT sendiri ada 10 kolom!! FE di samping FT ada 5 kolom. FKM sama FPsi di sebelahnya lagi ada 3 kolom. Daaan.. Karena paling banyak jadinya foto sama Rektor dan Dekannya jadi urutan TERAKHIR. Glek.. Harus nunggu berapa lama -___-

Akhirnya diputuskan untuk foto-foto di depan Rektorat. Foto angkatan sudah, foto bersama teman-teman sudah, foto sendiri sudah dan giliran FT masih kian lama zz.. -___-
Karena sudah kelaparan parah, akhirnya kita (Nissa, Emma, Anita, Vincent, Tagor, Eby, Icha 1, Awhe, Ape, April (?) dan Gw) menuju Kantin Prima Rektorat dan makan sianglah kami di sana.

Pas udah selesai makan, masih belum juga giliran FT. Inget sms dari Odi, lalu gw pun mencari orangnya dan mencari anak MPM FT 2011 lainnya. Satu - satu berdatangan dan berfotolah kami. Daaan.. Komisi III lengkap lho haha.. Saat itu juga foto sama Andi dan Iqna, pokoknya anak Tangerang dah haha..

Gosip-gosipnya sudah mau giliran FT nih, akhirnya gw pun masuk dan mencari teman-teman gw. Tapi sebelum masuk, sempat ngobrol dulu sama Ibunya Cut dan Getha.

Yang dinanti-nantikan pun akhirnya tiba. GILIRAN FT!!! Semua orang berebut di barisan depan. Gw pun termasuk di depan meskipun gak banget haha.. Cut sama Emma foto bagian terakhir karena kakinya Emma sakit. Setelah selesai, gw pun ke depan Rektorat lagi untuk ketemu sama Ipun dan Meutia. Foto-foto lagi dah di situ. Sempat juga jadi fotografer untuk keluarganya Icha. Meski gak semuanya datang #eh #ups haha.. Peace Cha haha..

Sebelum berpisah, sempat foto-foto lagi di dalam Balairung. Gak heran lah kalau jumlah fotonya sampai 300an foto.

Waktunya pulang, gw transaksi dulu sama Nono di MUI. Nono copy dari HD si Deva, gw ganti baju dan bersihin make up. Uuh.. Riweuh banget ya jadi cewek. Terus gw dianter Nono dan Anita sampai St. UI dan Ucan udah nunggu sekitar 2,5 jam. I'm sorry brother!

Pas di KRL serpong ketemu Tiar dan ngobrol-ngobrol deh tuh di sepanjang jalan. Si Tiar turun, si Ucan ngeliat Sulthon. Akhirnya ngobrol lagi deh sama Sulthon sampai St. Serpong. Sesampainya di St. Serpong, Ucan ambil motor dan pulanglah kami ke rumah.

It was such an exhausting day but sooo much fun :))

Here are some photographs ;)
(two photos were edited by Farah Fauzia :))

Comments

Popular posts from this blog

Hambatan Dalam Kepemimpinan

Sering menyalahkan situasi
Seorang koruptor yang dihadapkan ke pengadilan mengatakan bahwa ia sebenarnya korban situasi. Sebenarnya ia bukan korban situasi, namun ia melarutkan diri dalam situasi dan menggunakan situasi sebagai alasan untuk berbuat jahat. Situasi melahirkan pemimpin yang cocok untuk zamannya. Sejarah telah membuktikan kebenarannya. Kebanyakan panglima perang menunjukkan wibawanya pada masa peperangan tetapi tidak cocok memimpin kelompoknya pada masa damai dan tenteram. Pemimpin yang dapat melihat situasi yang dihadapi dan cerdas menanggapinya, mampu memberikan perintah pada saat yang tepat dan mengambil inisiatif. Pemimpin seperti ini tidak perlu menjadi ahli di bidangnya tetapi memahami pengetahuan umum di bidang itu. Di samping itu anda tentu saja harus memiliki kemampuan teknis dan profesional agar anda berwibawa dalam mengatur roda kepemimpinan serta mengambil keputusan yang komunikatif dan meyakinkan.
Tidak berhasil memotivasi mereka
Kebolehan seorang pemimpin berg…

Puisi "Batas" oleh M. Aan Mansyur

Beberapa waktu yang lalu, gw lagi bener-bener suka sama satu puisi. Pasti udah banyak yang tau puisi ini, karena memang ia ada di film Ada Apa Dengan Cinta 2. Puisi ini adalah puisi yang Rangga tulis untuk Cinta saat dia menuju Jakarta. 
Mungkin ada yang berpendapat bahwa basi banget baru suka puisinya sekarang, padahal film AADC2 itu tayangnya udah dari 2016. But hey, it's okay to not follow the trend, isn't it? hahaha..

Semua perihal diciptakan sebagai batas.
Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain.
Hari ini membatasi besok dan kemarin. Besok
batas hari ini dan lusa. Jalan-jalan memisahkan
deretan toko dan perpustakaan kota, bilik penjara
dan kantor walikota, juga rumahmu dan seluruh
tempat di mana pernah ada kita.Bandara dan udara memisahkan New York
dan Jakarta. Resah di dadamu dan rahasia
yang menanti di jantung puisi ini dipisah
kata-kata. Begitu pula rindu, hamparan laut
dalam antara pulang dan seorang petualang
yang hilang. Seperti penjahat dan kebaikan
dihalang uang dan u…

Review: Novel "Harga Sebuah Percaya"

Beberapa hari yang lalu gw baru selesai baca novelnya Tere Liye yang berjudul “Harga Sebuah Percaya”. Sebelumnya gw pernah review novel “BUMI” karya Tere Liye (bisa dibaca di sini). Sampai saat ini masih belum ada mood untuk ngelanjutin review novel “BULAN”, sekuel dari “BUMI”. :(
Gw punya novel ini dari akhir Agustus 2019. Saat itu akun official Gramedia lagi diskon, akhirnya gw beli lima novel Tere Liye dan salah satunya “Harga Sebuah Percaya” ini. Empat novel lainnya masih terbungkus rapi dan gw masih belum ada mood untuk baca. Mungkin salah satunya akan segera gw baca saat liburan akhir tahun ini. Lagi pula saat ini gak ada drama Korea yang diikutin, jadi gw punya banyak waktu luang untuk baca.

Review ini mengandung SPOILER! dan juga sangat subjektif! Jadi gak apa-apa kalau ada yang punya pendapat lain. Let’s respect each other and I’m very open for a discussion! Silahkan comment di bawah, pasti gw bales kok hehe…
Overall, Novel “Harga Sebuah Percaya” ini menceritakan kisah Jim yan…

Itinerary and Budget South Korea Trip [May 2016]

Setelah sepuluh postingan sebelumnya itu menceritakan tentang kejadian apa aja yang terjadi selama perjalanan gw, Nono dan Anita di Korea Selatan pada tanggal 1 – 10 Mei 2016, kali ini gw akan memposting mengenai keseluruhan itinerary kita dan juga budget gw selama traveling kemaren.
Sebelum liat itinerary aktual kita pas di Korea Selatan, ini gw kasih liat itinerary yang kita rencanain sebelum berangkat: (please click and then open image in new tab for bigger resolutions)