Langsung ke konten utama

supercell - Bokura No Ashiato

Bokura No Ashiato
(Our Footprints)

supercell
(Ost. BlackRock Shooter)


 
sumber: http://www.zerochan.net/129638#full




Let's walk to the very end of this path
Holding the days we've had till now in our arms,
Let us walk 
While we ask the other self that lies within our hearts from now on

We want to be like someone else,
But that just isn't possible
If we ever grow timid, the other self that lies within our hearts will tell us so

There is no way we'll be able to 
Remain the way we are
Everybody has their own troubles
They complain, and they grumble
That's how they live their days through

For those of us who are used to being hurt by others, we know
That you can't just survive with kindness and feelings alone
But we still desire to live on as ourselves
We'll always walk on this path

Wanting definite strength,
Wanting to be recognized by someone,
Let's take it easy and whistle 
While we search for the path where no maps lead to

Though we've also gained some things, 
We lost much more than that
We continue to hesitate, and we're at a loss
Even so, we still pray for 
Our future selves

For those of us who are unable to skillfully relay our thoughts through words alone
We remain silent since whatever we do will only sadden ourselves 
However, we still want to be ourselves
No matter what, we'll still walk on this path

Through the repeating ceaseless pain, 
Through repeating countless setbacks,
We move forward unsteadily step by step

For those of us who are used to being hurt by others, we know
That in reality, we can't help but desire to be loved by others
If we don't have the courage to admit to that,
Let's just stop hesitating and extend our hands
Precisely because we wish to remain as ourselves,
We should not just live with kindness and feelings alone
We walk on by enumerating our hopes and future
And we walk towards the yet unseen future

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hambatan Dalam Kepemimpinan

Sering menyalahkan situasi
Seorang koruptor yang dihadapkan ke pengadilan mengatakan bahwa ia sebenarnya korban situasi. Sebenarnya ia bukan korban situasi, namun ia melarutkan diri dalam situasi dan menggunakan situasi sebagai alasan untuk berbuat jahat. Situasi melahirkan pemimpin yang cocok untuk zamannya. Sejarah telah membuktikan kebenarannya. Kebanyakan panglima perang menunjukkan wibawanya pada masa peperangan tetapi tidak cocok memimpin kelompoknya pada masa damai dan tenteram. Pemimpin yang dapat melihat situasi yang dihadapi dan cerdas menanggapinya, mampu memberikan perintah pada saat yang tepat dan mengambil inisiatif. Pemimpin seperti ini tidak perlu menjadi ahli di bidangnya tetapi memahami pengetahuan umum di bidang itu. Di samping itu anda tentu saja harus memiliki kemampuan teknis dan profesional agar anda berwibawa dalam mengatur roda kepemimpinan serta mengambil keputusan yang komunikatif dan meyakinkan.
Tidak berhasil memotivasi mereka
Kebolehan seorang pemimpin berg…

Itinerary and Budget South Korea Trip [May 2016]

Setelah sepuluh postingan sebelumnya itu menceritakan tentang kejadian apa aja yang terjadi selama perjalanan gw, Nono dan Anita di Korea Selatan pada tanggal 1 – 10 Mei 2016, kali ini gw akan memposting mengenai keseluruhan itinerary kita dan juga budget gw selama traveling kemaren.
Sebelum liat itinerary aktual kita pas di Korea Selatan, ini gw kasih liat itinerary yang kita rencanain sebelum berangkat: (please click and then open image in new tab for bigger resolutions)

Starry Night

Dalam liburan ini, beberapa waktu dihabiskan dengan membaca buku yang dipinjam dari Perpustakaan Pusat UI. Buku-buku yang telah selesai dibaca adalah "Kitchen", "Chicken Soup For The Teenage Soul III" dan "It's Not How Good You Are, It's How Good You Want To Be". Masih ada satu buku yang lagi dibaca sekarang yaitu "The 7 Habit Of Highly Effective People". Semoga bisa cepat diselesaikan membacanya dan bisa diterapkan ilmunya. Amien.
Hmm... Saat membaca "Chicken Soup For The Teenage Soul III" ada banyak kata-kata mutiara (ya iyalah!) dan ada satu kata mutiara yang sangat mengena bagi saya.
Seandainya mereka mau menerimaku apa adanya Vincent Van Gogh
Di sini maksudnya mengena adalah mengenai ungkapan Vincent Van Gogh tersebut yang ditujukan untuk dirinya sendiri bukan untuk saya pribadi. Alhamdulillah saya memiliki keluarga, teman-teman dan lingkungan yang mau menerima saya apa adanya. Saya sangat bersyukur akan hal itu.
Beberapa w…

Bye-bye South Korea! #Day10

Hari ini officially hari terakhir di Korea Selatan, karena kita harus pulang ke Jakarta. Pagi itu agak hectic gitu, karena gw yang biasanya bangun paling pagi juga agak telat bangun. Langsung buru-buru mandi dan packing. Anita sama Nono juga kayanya cuma mandi bebek aja deh. Sambil nunggu mandi, kita juga sempetin sarapan ramyeon instan yang kita beli kemaren. Tapi gw sih kurang nafsu, jadi banyak sisanya.
Pas jam setengah 6an, si Justin dateng dia nanya kita udah siap atau belom dan mau ngajak bareng ke bandara. Tapi karena kita masih riweuh dan gak enak kalo minta dia nungguin, akhirnya kita minta dia berangkat duluan aja.
Pas udah jam 6an kurang, kita akhirnya rapih dan mulai jalan ke halte. Sebelumnya tuh kita dikasih bekel camilan gitu sama Kani, karena katanya kita gak sempet sarapan. Gak lupa sempetin foto bareng dulu sama Kani sebelum pamit pulang.