Skip to main content

Tired :(

Jadi ceritanya temen-temen gw, ngerencanain mau jalan-jalan ke Sawarna. Pada tau Sawarna kan!? Kalo gak, try google it. As you can expected dari percakapan di grup adalah ketidakpastian. Jadi ato gak? Kapan? Siapa aja? Too much talk. No one actually did something. Sampe akhirnya gw jadi gerah sendiri. Mulai deh tuh wa ke masing-masing anggota grup, bisanya tanggal berapa. At least kalo udah diomongin dari jauh hari, kita bisa ngeluangin waktu dong. Harusnya sih gitu.

Akhirnya tanggal udah fix. Harusnya sih agenda selanjutnya itu bikin semacam panitia kecil gitu. But no comment about it at all. Oke, akhirnya kena ke gw lagi. Di awal, masih ada beberapa temen yg bantuin. Tapi makin ke sini kayanya gw jadi sendirian. Untung ada salah satu temen yg bisa bantuin tentang sewa mobil ama penginapan. Meski akhirnya gw yang nge-book juga penginapannya, at least I had someone to talked to about this trip.

Akhirnya waktunya makin dekat, mulai deh berguguran. Yang satu ada urusan, yang satu ada proyek yang gak bisa ditinggalin dan yang satu gak enak tukeran shift. Huft.. Padahal ampe bela-belain berangkat sore biar yang sabtu kerja bisa ikutan, eh malah salah satunya akhirnya gak bisa juga.

Sebenernya tujuan dari postingan ini adalah menyuarakan apa yang ada di pikiran gw. Because no one to talked to. And honestly, there are some thoughts I can't avoid and some feelings I can't deny. Yap.. I've been too tired. No one seems care enough to help. I'm disappointed. Gw tau kalo acara-acara kaya gini emang harus ada yang ikhlas direpotin. Tapi bukan berarti gak dibantuin juga kan!? Gw gak tau, entah apa gw-nya yang lagi sensitif? Tapi rasanya tuh sedih. Semacam gak dihargai gitu.

Still, everything happens for a reason. Sepertinya gw harus jadi lebih ikhlas lagi ngekoordinirnya. Keep thinking positively. Mungkin yang lain ingin membantu tapi tidak diizinkan keadaan. Mungkin yang batal ikut juga sebenernya pengen banget ikut tapi lagi-lagi keadaan yang bikin mereka jadi gak ikut. Gw kesel di sini, tapi siapa tau mereka juga kesel di tempatnya masing-masing. Gw gak tau keadaan mereka gimana. Gw gak tau apa yang ada di hadapan mereka. I don't wanna judge their problems. Because I know that no one has it easy. Me too. Pelajaran lainnya adalah memberikan respon kepada mereka yang lagi nyusun kumpul-kumpul ato ketemuan. They are kind enough to spend their times on it. And now I know how frustrating it is to be ignored. Hopefully, hal ini bisa bikin gw jadi lebih dewasa lagi. Amiiin...

Comments

  1. emang gitu day gw juga udah pengalaman kok, tp klo lo udah enjoy, ikhlas dan dinikmatin pasti asik2 juga, yang penting ikhlas dan sabar aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Nggar, emang kudu ikhlas dan sabar :(

      Delete
    2. sedih amat, inget senyuman yg baik adalah senyuman yg bisa membuat orang lain ikut tersenyum :)

      Delete
  2. Daaay, sabar ya kamu, semangat :D kayanya emang makin kesini namanya ngumpul2 tuh makin susah ya.. :(
    Jadi inget almarhum temen SD gw yg pulang 2 minggu lalu, dulu dia salah satu yg paling antusias gitu ngajakin kumpul, gw baru ngeh pas liat FBnya lagi.. sedih :(
    Coba bilang ke mereka, kita mana pernah tau kan kapan terakhir kali bisa ngumpul lengkap jalan bareng2, hehe

    ReplyDelete
  3. Ibu Raisa bikin sedih ajaa :''

    Semangaat daay ^^
    Semoga agenda jalan2 berikutnya lancar dan semua ikut bantuin, aamiin, insya Allah

    ReplyDelete
  4. Semangat daay!
    Semoga ada pahala yang ditetapkan dan ridha Allah buat niat dan usaha kita untuk mengumpulkan orang2 supaya bisa kumpul bareng, silaturahim lagi.. aamiin

    *barubacaposting*

    ReplyDelete
  5. huwaa aku baru ngecek comment lagii.. terima kasih Ichaa, Eby dan Apee :'D
    amiiin.. amiin.. semoga kalo besok-besok bikin acara lagi bisa lebih lancar..

    ReplyDelete

Post a comment

Popular posts from this blog

Hambatan Dalam Kepemimpinan

Sering menyalahkan situasi
Seorang koruptor yang dihadapkan ke pengadilan mengatakan bahwa ia sebenarnya korban situasi. Sebenarnya ia bukan korban situasi, namun ia melarutkan diri dalam situasi dan menggunakan situasi sebagai alasan untuk berbuat jahat. Situasi melahirkan pemimpin yang cocok untuk zamannya. Sejarah telah membuktikan kebenarannya. Kebanyakan panglima perang menunjukkan wibawanya pada masa peperangan tetapi tidak cocok memimpin kelompoknya pada masa damai dan tenteram. Pemimpin yang dapat melihat situasi yang dihadapi dan cerdas menanggapinya, mampu memberikan perintah pada saat yang tepat dan mengambil inisiatif. Pemimpin seperti ini tidak perlu menjadi ahli di bidangnya tetapi memahami pengetahuan umum di bidang itu. Di samping itu anda tentu saja harus memiliki kemampuan teknis dan profesional agar anda berwibawa dalam mengatur roda kepemimpinan serta mengambil keputusan yang komunikatif dan meyakinkan.
Tidak berhasil memotivasi mereka
Kebolehan seorang pemimpin berg…

Itinerary and Budget South Korea Trip [May 2016]

Setelah sepuluh postingan sebelumnya itu menceritakan tentang kejadian apa aja yang terjadi selama perjalanan gw, Nono dan Anita di Korea Selatan pada tanggal 1 – 10 Mei 2016, kali ini gw akan memposting mengenai keseluruhan itinerary kita dan juga budget gw selama traveling kemaren.
Sebelum liat itinerary aktual kita pas di Korea Selatan, ini gw kasih liat itinerary yang kita rencanain sebelum berangkat: (please click and then open image in new tab for bigger resolutions)

Review: Novel "Harga Sebuah Percaya"

Beberapa hari yang lalu gw baru selesai baca novelnya Tere Liye yang berjudul “Harga Sebuah Percaya”. Sebelumnya gw pernah review novel “BUMI” karya Tere Liye (bisa dibaca di sini). Sampai saat ini masih belum ada mood untuk ngelanjutin review novel “BULAN”, sekuel dari “BUMI”. :(
Gw punya novel ini dari akhir Agustus 2019. Saat itu akun official Gramedia lagi diskon, akhirnya gw beli lima novel Tere Liye dan salah satunya “Harga Sebuah Percaya” ini. Empat novel lainnya masih terbungkus rapi dan gw masih belum ada mood untuk baca. Mungkin salah satunya akan segera gw baca saat liburan akhir tahun ini. Lagi pula saat ini gak ada drama Korea yang diikutin, jadi gw punya banyak waktu luang untuk baca.

Review ini mengandung SPOILER! dan juga sangat subjektif! Jadi gak apa-apa kalau ada yang punya pendapat lain. Let’s respect each other and I’m very open for a discussion! Silahkan comment di bawah, pasti gw bales kok hehe…
Overall, Novel “Harga Sebuah Percaya” ini menceritakan kisah Jim yan…

Puisi "Batas" oleh M. Aan Mansyur

Beberapa waktu yang lalu, gw lagi bener-bener suka sama satu puisi. Pasti udah banyak yang tau puisi ini, karena memang ia ada di film Ada Apa Dengan Cinta 2. Puisi ini adalah puisi yang Rangga tulis untuk Cinta saat dia menuju Jakarta. 
Mungkin ada yang berpendapat bahwa basi banget baru suka puisinya sekarang, padahal film AADC2 itu tayangnya udah dari 2016. But hey, it's okay to not follow the trend, isn't it? hahaha..

Semua perihal diciptakan sebagai batas.
Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain.
Hari ini membatasi besok dan kemarin. Besok
batas hari ini dan lusa. Jalan-jalan memisahkan
deretan toko dan perpustakaan kota, bilik penjara
dan kantor walikota, juga rumahmu dan seluruh
tempat di mana pernah ada kita.Bandara dan udara memisahkan New York
dan Jakarta. Resah di dadamu dan rahasia
yang menanti di jantung puisi ini dipisah
kata-kata. Begitu pula rindu, hamparan laut
dalam antara pulang dan seorang petualang
yang hilang. Seperti penjahat dan kebaikan
dihalang uang dan u…