Langsung ke konten utama

:(

Source: Path

Celetukan simple dan sederhana emang yang biasanya bikin lebih sakit hati. Jadi sedikit sedih aja dengernya :(

Bukannya gak mau nyari, tapi mau memperbaiki dan mempersiapkan diri dulu. Jadi bila waktunya tiba, bisa segera melangkah ke tahap selanjutnya. Aku gak mau berada dalam suatu hubungan yang semu. Karena itu aku mempersiapkan diri untuk langsung berkomitmen. Adakah yang salah dengan keputusanku ini?

Komentar

  1. Semangat mempertahankan prinsip itu day..
    Pacaran bukanlah pilihan. Hanya membuat Allah murka dan tidak ridha.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. berat omongannya, gw aja blm kepikiran haha
      but sometimes its true terkadang nikah muda dan terburu-buru byk menimbulkan konflik, dan biasanya efeknya kehubungan keluarga atau bahkan ke anak, kadang kasian klo liat ponakan gw yg jg korban, ampe mogok ngomong sampe sekarang gegara trauma padahal umur udah hampir 4 tahun

      *byk pengalaman liat pasangan broken hehe salah klik malah keapus

      Hapus
    2. Sbnrnya bukan masalah nikah muda atau nikah tua sih Nggar. Tp mslh kesiapan menikah secara pribadi, entah msh muda atau lbh tua. Meskipun sbnrnya gk ada org yg 100% siap menikah (mnrt cerita yg sdh prnh menikah).
      Bnyk jg kok yg nikah muda dan jd langgeng.

      Hapus
    3. Semangaat hiday, semoga kita selalu berjalan di atas kebaikan :)

      Setuju sama ape, ga terkait usia
      Kematangan jiwa itu pilihan, bro
      Sejalan dengan kesiapan

      Hapus
    4. Huaa.. terima kasih teman-teman :')
      semoga bisa selalu istiqomah yaa..
      emang bukan soal usia sih, lebih ke kesiapan personal gw.
      Inshaa Allah kalau diawali dengan niat yang baik, ke depannya juga bakal baik kan?! haha..

      Hapus
    5. haha buset diserang 3 wanita gw, helep helep

      ya beda seh emang cara pandang wanita dan pria untuk menikah, karena emang hak dan kewajibannya kan beda klo udah berkeluarga hehe

      selain lingkungan gw jg ada pengaruh kok terhadap pola pikir gw tentang pernikahan jadi harap dimaklumin aja haha

      "Kematangan jiwa itu pilihan, bro sejalan dengan kesiapan"
      kadang klo udah mateng blm tentu juga udah siap wong calonnya blm ada mbak haha

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hambatan Dalam Kepemimpinan

Sering menyalahkan situasi
Seorang koruptor yang dihadapkan ke pengadilan mengatakan bahwa ia sebenarnya korban situasi. Sebenarnya ia bukan korban situasi, namun ia melarutkan diri dalam situasi dan menggunakan situasi sebagai alasan untuk berbuat jahat. Situasi melahirkan pemimpin yang cocok untuk zamannya. Sejarah telah membuktikan kebenarannya. Kebanyakan panglima perang menunjukkan wibawanya pada masa peperangan tetapi tidak cocok memimpin kelompoknya pada masa damai dan tenteram. Pemimpin yang dapat melihat situasi yang dihadapi dan cerdas menanggapinya, mampu memberikan perintah pada saat yang tepat dan mengambil inisiatif. Pemimpin seperti ini tidak perlu menjadi ahli di bidangnya tetapi memahami pengetahuan umum di bidang itu. Di samping itu anda tentu saja harus memiliki kemampuan teknis dan profesional agar anda berwibawa dalam mengatur roda kepemimpinan serta mengambil keputusan yang komunikatif dan meyakinkan.
Tidak berhasil memotivasi mereka
Kebolehan seorang pemimpin berg…

Itinerary and Budget South Korea Trip [May 2016]

Setelah sepuluh postingan sebelumnya itu menceritakan tentang kejadian apa aja yang terjadi selama perjalanan gw, Nono dan Anita di Korea Selatan pada tanggal 1 – 10 Mei 2016, kali ini gw akan memposting mengenai keseluruhan itinerary kita dan juga budget gw selama traveling kemaren.
Sebelum liat itinerary aktual kita pas di Korea Selatan, ini gw kasih liat itinerary yang kita rencanain sebelum berangkat: (please click and then open image in new tab for bigger resolutions)

Bikin Surat Keterangan Berbadan Sehat dan Bebas Narkoba di RSUD Tangsel

Tahun ini, pendaftaran Beasiswa LPDP 2018 udah dibuka, bahkan yang tujuan dalam negeri pendaftarannya udah ditutup tanggal 8 Juni 2018 kemarin. Gw pun daftar yang dalam negeri, setelah tahun lalu mencoba daftar yang luar negeri dan gagal di Assessment Online :(
Salah satu persyaratan BPI (Beasiswa Pendidikan Indonesia) Program Magister adalah memiliki Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh dokter dari Rumah Sakit Pemerintah; Puskesmas; atau Klinik Pemerintah dengan masa berlaku paling lama 6 (enam) bulan sebelum penutupan pendaftaran di setiap periode pendaftaran dengan ketentuan: Surat keterangan berbadan sehat dan bebas dari narkoba, berlaku untuk semua pendaftar BPI Reguler. Surat keterangan bebas TBC, hanya untuk pendaftar BPI Reguler tujuan luar negeri.
Mungkin bagi pejuang LPDP yang sebelumnya pernah daftar udah tau gimana caranya bikin kedua surat keterangan itu. Tapi gw mau bikin postingan ini sebagai pengingat aja in case tahun depan harus bikin lagi #SemogaNggak #SemogaTahun…

Bye-bye South Korea! #Day10

Hari ini officially hari terakhir di Korea Selatan, karena kita harus pulang ke Jakarta. Pagi itu agak hectic gitu, karena gw yang biasanya bangun paling pagi juga agak telat bangun. Langsung buru-buru mandi dan packing. Anita sama Nono juga kayanya cuma mandi bebek aja deh. Sambil nunggu mandi, kita juga sempetin sarapan ramyeon instan yang kita beli kemaren. Tapi gw sih kurang nafsu, jadi banyak sisanya.
Pas jam setengah 6an, si Justin dateng dia nanya kita udah siap atau belom dan mau ngajak bareng ke bandara. Tapi karena kita masih riweuh dan gak enak kalo minta dia nungguin, akhirnya kita minta dia berangkat duluan aja.
Pas udah jam 6an kurang, kita akhirnya rapih dan mulai jalan ke halte. Sebelumnya tuh kita dikasih bekel camilan gitu sama Kani, karena katanya kita gak sempet sarapan. Gak lupa sempetin foto bareng dulu sama Kani sebelum pamit pulang.