Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Petualangan di Yogyakarta #part 1

Di postingan sebelumnya, gw udah menyebutkan bahwa gw ikut pelatihan Amdal A dan B di Yogyakarta. Mungkin postingan kemarin itu berperan sebagai introduction untuk postingan kali ini. Hal yang kali ini ingin gw tulis adalah mengenai petualangan gw di Kota Gudeg itu. This gonna be a long post since I did so many things back then hahaha..
Status terhadap Yogyakarta : Masih Biasa aja
1st adventure For me, pergi sendiri ke Yogya itu udah merupakan suatu milestone. Kenapa? Karena itu pertama kalinya gw pergi untuk tinggal di Kota orang, meskipun hanya sekitar tiga minggu lebih (Depok gak dihitung karena dekat).  Selain itu, pelatihan ini juga merupakan langkah awal gw untuk mencapai apa yang gw inginkan untuk karier gw. Pengorbanan yang perlu dilakukan untuk melakukan perjalanan ini juga cukup besar. Jadilah perjalanan ini merupakan satu langkah awal yang besar dan penting dalam hidup gw.
“The journey of a thousand miles begins with one step” – Lao Tzu
2nd adventure Setibanya di Yogya setelah p…

Hal-hal Menarik!

Ada banyak hal yang menarik akhir-akhir ini. Tadi sebenarnya postingannya udah selesai, tapi karena internet error jadi tulisannya hilang hiks.. Harus ulang dari awal deh huhuhu..
Hal menarik pertama adalah gw akhirnya ikut pelatihan AMDAL A dan B. Lokasinya di Yogyakarta. Alhamdulillah dibolehin Kantor, meski sebelumnya ragu karena sempat izin gak masuk untuk ke Bula. Soalnya izin nggak masuknya bakal satu bulan. Tapi ternyata langsung dibolehin begitu tau pake uang sendiri haha.. Alhamdulillah pelatihannya seru sih. Jadi kenal banyak orang baru juga. Pembicaranya juga menjelaskan materi dengan baik. One step closer ;)
Hal menarik kedua adalah gw jadi tinggal di Yogyakarta. Ngekos sekamar berdua sama Mbak Endang. Fiuuh.. Maa ikka~ Alhamdulillah biaya hidup di Yogya itu lebih murah dari Jakarta. Semoga aja gw gak boros. Amiin.. Tapi belum afdol karena belum jalan-jalan. Niatnya sih begitu sampai di Yogyakarta, gw mau jalan-jalan ke daerah Malioboro. Jadi atau nggak nanti bisa cek di …

Beda Prinsip

Hidup di jaman sekarang ini, yang namanya open minded itu emang wajib banget dimiliki. Karena semakin hari akan semakin banyak hal yang berbeda dengan prinsip kita. Di sini kasusnya 'gue' bukan 'kita' hahaha.. Sebagai contoh, let's talk about love. Specifically about pacaran. Prinsip gw adalah gw gak mau pacaran. Pengennya langsung nikah aja untuk menghindari hal-hal negatif. Dan untuk itu gw preserving myheart dari hal-hal yg bisa ngerusak prinsip gw. Sementara itu, lo berprinsip untuk pacaran. Holding hands, rangkulan, hugs merupakan hal yang wajar dilakukan oleh lo yang pacaran di umur 23 tahun. Gw memang salah karena 'nyerang' duluan, karena gw pikir hal yg lo lakuin itu gak sesuai prinsip gw. Dan lo bertahan dengan segala argumen tentang lingkungan dan kewajaran. Ya. Gw pun paham. Lingkungan kita beda dan prinsip kita pun beda. The only thing we can do is open our mind and tolerating each other. Kita udah sama-sama tau bahwa prinsip kita bertolak belak…

Sparkling ☆

I don't know but I feel everyone around me is sparkling so brightly. While I'm here just standing outside the line. Seem pessimistic, don't I? Not really actually. I just feel like surrounded by so amazing people yet l'm just the ordinary one. I'm so proud of them and I'm so grateful having them as my friends.Yup, they're sparkling so brightly in ways they've chosen. With all the efforts they've been done too. Compared to them, I'm still standing here and I haven't done anything yet. So, it's normal actually for me to get nothing. Slow but sure (Inshaa Allah), I'm going there. It has just began, the efforts I mean. Wish me luck! I wanna be sparkling so brightly in way I've chosen. I wanna be in spotlights too. Wish me luck again! See you guys on top ;)

Bersyukur Reminder #3

Malam ini ada berbagai kisah yang dibagi, curahan hati dari beberapa kawan baik. Masalah demi masalah yang selalu datang menghadang. Memang ya masalah itu nggak jauh dari kata cinta dan mapan. Benang merah telah disusuri, dan ujungnya tidak jauh dari hubungan orang tua dengan anaknya. Mungkin dari keywords barusan, terbayang masalah apa yang sedang dihadapi. Di sini aku hanya bertindak sebagai penonton yang selalu mendukung dan menyemangati pemain yang sedang bertanding. Hikmah yang diambil oleh penonton ini, lagi-lagi adalah untuk selalu menerima dan bersyukur atas apa yang diberikan oleh Sang Maha Adil. Allah tau apa-apa yg terbaik untuk hamba-Nya. Kita sebagai hamba-Nya terkadang melihat suatu masalah hanya dari satu sisi. Padahal masih ada 359 derajat lainnya yang cenderung kita pilih untuk tidak kita lihat. Memang cara terbaik untuk bisa mengetahui itu semua adalah dengan berbagi cerita, bertukar pikiran, yang pada intinya adalah komunikasi. Tapi di sisi lain juga harus ada pener…