Langsung ke konten utama

Beda Prinsip

Hidup di jaman sekarang ini, yang namanya open minded itu emang wajib banget dimiliki. Karena semakin hari akan semakin banyak hal yang berbeda dengan prinsip kita. Di sini kasusnya 'gue' bukan 'kita' hahaha..

Sebagai contoh, let's talk about love. Specifically about pacaran. Prinsip gw adalah gw gak mau pacaran. Pengennya langsung nikah aja untuk menghindari hal-hal negatif. Dan untuk itu gw preserving my heart dari hal-hal yg bisa ngerusak prinsip gw. Sementara itu, lo berprinsip untuk pacaran. Holding hands, rangkulan, hugs merupakan hal yang wajar dilakukan oleh lo yang pacaran di umur 23 tahun.

Gw memang salah karena 'nyerang' duluan, karena gw pikir hal yg lo lakuin itu gak sesuai prinsip gw. Dan lo bertahan dengan segala argumen tentang lingkungan dan kewajaran. Ya. Gw pun paham. Lingkungan kita beda dan prinsip kita pun beda. The only thing we can do is open our mind and tolerating each other. Kita udah sama-sama tau bahwa prinsip kita bertolak belakang, karena itu udah gak usah dibahas lagi. Gak akan ada habisnya. Sekalipun ada yang menyimak diskusi kita, biarkan dia memilih prinsipnya sendiri, memilih mana yang terbaik untuk dirinya sendiri. No need to influence other people. Mungkin lo gak merasa demikian, tapi kesan yang gw dapat seperti itu. Hufft.. maaf ya :(

Pada akhirnya, open minded dan toleransi menjadi hal wajib yang harus dimiliki untuk menjaga hubungan dengan sesama manusia. Semangat menjalani hidup ya! haha.. (ngomong ama siapa kali --‘)

Komentar

  1. Gue jadi inget persoalan yang lebih luas lagi tentang agama day hehe.
    Di Al Quran aja disebutkan bahwa masuk Islam itu tidak dipaksakan. Ketika kita sudah menyampaikan kebenaran untuk orang lain, ya sebatas itu, tanpa mengintervensi keputusannya, selebihnya urusan Allah. Kewajiban kita untuk memberitahu sudah gugur :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hambatan Dalam Kepemimpinan

Sering menyalahkan situasi
Seorang koruptor yang dihadapkan ke pengadilan mengatakan bahwa ia sebenarnya korban situasi. Sebenarnya ia bukan korban situasi, namun ia melarutkan diri dalam situasi dan menggunakan situasi sebagai alasan untuk berbuat jahat. Situasi melahirkan pemimpin yang cocok untuk zamannya. Sejarah telah membuktikan kebenarannya. Kebanyakan panglima perang menunjukkan wibawanya pada masa peperangan tetapi tidak cocok memimpin kelompoknya pada masa damai dan tenteram. Pemimpin yang dapat melihat situasi yang dihadapi dan cerdas menanggapinya, mampu memberikan perintah pada saat yang tepat dan mengambil inisiatif. Pemimpin seperti ini tidak perlu menjadi ahli di bidangnya tetapi memahami pengetahuan umum di bidang itu. Di samping itu anda tentu saja harus memiliki kemampuan teknis dan profesional agar anda berwibawa dalam mengatur roda kepemimpinan serta mengambil keputusan yang komunikatif dan meyakinkan.
Tidak berhasil memotivasi mereka
Kebolehan seorang pemimpin berg…

Itinerary and Budget South Korea Trip [May 2016]

Setelah sepuluh postingan sebelumnya itu menceritakan tentang kejadian apa aja yang terjadi selama perjalanan gw, Nono dan Anita di Korea Selatan pada tanggal 1 – 10 Mei 2016, kali ini gw akan memposting mengenai keseluruhan itinerary kita dan juga budget gw selama traveling kemaren.
Sebelum liat itinerary aktual kita pas di Korea Selatan, ini gw kasih liat itinerary yang kita rencanain sebelum berangkat: (please click and then open image in new tab for bigger resolutions)

Bye-bye South Korea! #Day10

Hari ini officially hari terakhir di Korea Selatan, karena kita harus pulang ke Jakarta. Pagi itu agak hectic gitu, karena gw yang biasanya bangun paling pagi juga agak telat bangun. Langsung buru-buru mandi dan packing. Anita sama Nono juga kayanya cuma mandi bebek aja deh. Sambil nunggu mandi, kita juga sempetin sarapan ramyeon instan yang kita beli kemaren. Tapi gw sih kurang nafsu, jadi banyak sisanya.
Pas jam setengah 6an, si Justin dateng dia nanya kita udah siap atau belom dan mau ngajak bareng ke bandara. Tapi karena kita masih riweuh dan gak enak kalo minta dia nungguin, akhirnya kita minta dia berangkat duluan aja.
Pas udah jam 6an kurang, kita akhirnya rapih dan mulai jalan ke halte. Sebelumnya tuh kita dikasih bekel camilan gitu sama Kani, karena katanya kita gak sempet sarapan. Gak lupa sempetin foto bareng dulu sama Kani sebelum pamit pulang.

Bikin Surat Keterangan Berbadan Sehat dan Bebas Narkoba di RSUD Tangsel

Tahun ini, pendaftaran Beasiswa LPDP 2018 udah dibuka, bahkan yang tujuan dalam negeri pendaftarannya udah ditutup tanggal 8 Juni 2018 kemarin. Gw pun daftar yang dalam negeri, setelah tahun lalu mencoba daftar yang luar negeri dan gagal di Assessment Online :(
Salah satu persyaratan BPI (Beasiswa Pendidikan Indonesia) Program Magister adalah memiliki Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh dokter dari Rumah Sakit Pemerintah; Puskesmas; atau Klinik Pemerintah dengan masa berlaku paling lama 6 (enam) bulan sebelum penutupan pendaftaran di setiap periode pendaftaran dengan ketentuan: Surat keterangan berbadan sehat dan bebas dari narkoba, berlaku untuk semua pendaftar BPI Reguler. Surat keterangan bebas TBC, hanya untuk pendaftar BPI Reguler tujuan luar negeri.
Mungkin bagi pejuang LPDP yang sebelumnya pernah daftar udah tau gimana caranya bikin kedua surat keterangan itu. Tapi gw mau bikin postingan ini sebagai pengingat aja in case tahun depan harus bikin lagi #SemogaNggak #SemogaTahun…