Skip to main content

Bersyukur Kuliah di UI

Siang ini, gw dan Icu lagi chatting diskusi tentang salah satu isian di application form-nya World Bank Scholarships. Bahasannya adalah tentang pertanyaan ini:
At the current US exchange rate, what is your best estimate of the total cost (tuition and other university fees) of the highest university degree that you have earned?
Icu nanya apakah itu total biaya sebelum dapat BOP-B atau sesudah BOP-B. Gw bingung juga kan, gw kira sesudah dapat BOP-B, tapi kayanya sih lebih pas yang sebelum. Akhirnya gw sama Icu memutuskan untuk masukin biaya kuliah full tanpa BOP-B.

Buat yang gak tau, BOP-B adalah Biaya Operasional Pendidikan-Berkeadilan dimana biaya kuliahnya itu disesuaikan dengan kemampuan penanggung biaya pendidikan calon mahasiswa. Kalau gw gak salah inget, sistem ini mulai berlaku dari angkatan 2008. Angkatan 2007 biaya pendidikannya masih dipukul rata, tapi yaa gak semahal jaman gw juga sih. FYI, gw angkatan 2009.

Balik lagi soal beasiswa tadi, habis itu gw langsung hitung-menghitung berapa besar biaya gw tanpa BOP-B. Gw juga sempet nanya anak-anak di grup Lantai 4 berapa biaya uang pangkalnya, karena gw lupa haha..

Setelah selesai menghitung biaya dan juga persentase BOP-B terhadap biaya kuliah gw, gw pun langsung sedih dan terharu. Dari total biaya full 100%, BOP-B itu nanggung 86% biaya kuliah dan gw jadi hanya harus bayar sekitar 14%-nya. Masya Allah!!

فَبِأَيِّ آلَاء رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
"Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?" (QS. Ar-Rahman [55])

Pengen nangis rasanya! Kehidupan gw yang kala itu bener-bener ada di bawah dan langsung lemes begitu liat biaya kuliah, juga Nyokap gw yang bingung gimana cara bayar biaya kuliah segede itu, gw pun jadi gak yakin bisa kuliah. Tapi semua keadaan itu diselamatkan oleh sistem BOP-B.

Karena itu gw jadi amat sangat bersyukur terhadap kebijakan UI terkait sistem BOP-B. Juga sangat berterima kasih kepada teman-teman UI yang bayar kuliah dengan biaya penuh. Terima kasih karena kalian semua gw bisa kuliah, bisa jadi sarjana teknik dan bisa membuat kehidupan gw saat ini jadi jauh lebih baik dari awal gw masuk kuliah. Terima kasih banyak! ;')

Semoga ilmu yang gw dapatkan di UI bisa bermanfaat bagi Indonesia. Aamiin..

PS: I love you, UI


Wisuda!!

Comments

Popular posts from this blog

Hambatan Dalam Kepemimpinan

Sering menyalahkan situasi
Seorang koruptor yang dihadapkan ke pengadilan mengatakan bahwa ia sebenarnya korban situasi. Sebenarnya ia bukan korban situasi, namun ia melarutkan diri dalam situasi dan menggunakan situasi sebagai alasan untuk berbuat jahat. Situasi melahirkan pemimpin yang cocok untuk zamannya. Sejarah telah membuktikan kebenarannya. Kebanyakan panglima perang menunjukkan wibawanya pada masa peperangan tetapi tidak cocok memimpin kelompoknya pada masa damai dan tenteram. Pemimpin yang dapat melihat situasi yang dihadapi dan cerdas menanggapinya, mampu memberikan perintah pada saat yang tepat dan mengambil inisiatif. Pemimpin seperti ini tidak perlu menjadi ahli di bidangnya tetapi memahami pengetahuan umum di bidang itu. Di samping itu anda tentu saja harus memiliki kemampuan teknis dan profesional agar anda berwibawa dalam mengatur roda kepemimpinan serta mengambil keputusan yang komunikatif dan meyakinkan.
Tidak berhasil memotivasi mereka
Kebolehan seorang pemimpin berg…

Itinerary and Budget South Korea Trip [May 2016]

Setelah sepuluh postingan sebelumnya itu menceritakan tentang kejadian apa aja yang terjadi selama perjalanan gw, Nono dan Anita di Korea Selatan pada tanggal 1 – 10 Mei 2016, kali ini gw akan memposting mengenai keseluruhan itinerary kita dan juga budget gw selama traveling kemaren.
Sebelum liat itinerary aktual kita pas di Korea Selatan, ini gw kasih liat itinerary yang kita rencanain sebelum berangkat: (please click and then open image in new tab for bigger resolutions)

Review: Novel "Harga Sebuah Percaya"

Beberapa hari yang lalu gw baru selesai baca novelnya Tere Liye yang berjudul “Harga Sebuah Percaya”. Sebelumnya gw pernah review novel “BUMI” karya Tere Liye (bisa dibaca di sini). Sampai saat ini masih belum ada mood untuk ngelanjutin review novel “BULAN”, sekuel dari “BUMI”. :(
Gw punya novel ini dari akhir Agustus 2019. Saat itu akun official Gramedia lagi diskon, akhirnya gw beli lima novel Tere Liye dan salah satunya “Harga Sebuah Percaya” ini. Empat novel lainnya masih terbungkus rapi dan gw masih belum ada mood untuk baca. Mungkin salah satunya akan segera gw baca saat liburan akhir tahun ini. Lagi pula saat ini gak ada drama Korea yang diikutin, jadi gw punya banyak waktu luang untuk baca.

Review ini mengandung SPOILER! dan juga sangat subjektif! Jadi gak apa-apa kalau ada yang punya pendapat lain. Let’s respect each other and I’m very open for a discussion! Silahkan comment di bawah, pasti gw bales kok hehe…
Overall, Novel “Harga Sebuah Percaya” ini menceritakan kisah Jim yan…

Puisi "Batas" oleh M. Aan Mansyur

Beberapa waktu yang lalu, gw lagi bener-bener suka sama satu puisi. Pasti udah banyak yang tau puisi ini, karena memang ia ada di film Ada Apa Dengan Cinta 2. Puisi ini adalah puisi yang Rangga tulis untuk Cinta saat dia menuju Jakarta. 
Mungkin ada yang berpendapat bahwa basi banget baru suka puisinya sekarang, padahal film AADC2 itu tayangnya udah dari 2016. But hey, it's okay to not follow the trend, isn't it? hahaha..

Semua perihal diciptakan sebagai batas.
Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain.
Hari ini membatasi besok dan kemarin. Besok
batas hari ini dan lusa. Jalan-jalan memisahkan
deretan toko dan perpustakaan kota, bilik penjara
dan kantor walikota, juga rumahmu dan seluruh
tempat di mana pernah ada kita.Bandara dan udara memisahkan New York
dan Jakarta. Resah di dadamu dan rahasia
yang menanti di jantung puisi ini dipisah
kata-kata. Begitu pula rindu, hamparan laut
dalam antara pulang dan seorang petualang
yang hilang. Seperti penjahat dan kebaikan
dihalang uang dan u…