Langsung ke konten utama

Ujian Saat Mencari Jodoh

Beberapa waktu yang lalu, gw sempet sedih dan down banget. Kalau ditanya kenapa, mungkin jawabannya gak jauh terkait dengan jodoh. Hal tersebut membuat gw teringat satu cerita yang ada di dalam buku Lautan Langit.

Buku Lautan Langit Karya Kurniawan Gunadi
Buku Lautan Langit Karya Kurniawan Gunadi

Buku Lautan Langit merupakan kumpulan cerita karya Kurniawan Gunadi. Mungkin buku tersebut gak akan gw review karena semuanya bagus dan sulit hanya untuk memilih beberapa cerita. Oleh karena itu, gw hanya ingin mengutip satu cerita yang paling berkesan dan paling ngena buat gw. Cerita itu ada di halaman 171 dan berjudul “Ujian”.

Bila Engkau mengujiku dengan paras rupawan, maka jadikan mataku memiliki kepekaan untuk bisa melihat yang ada di dalam hati. Bila Engkau mengujiku dengan suara, maka jadikan telingaku memiliki kepekaan untuk bisa mendengar kebenaran, bukan rayuan.
Bila Engkau mengujiku dengan begitu banyak kebaikannya, maka jadikan hatiku memiliki perasaan yang lurus. Perasaan yang tidak mudah berubah hanya karena kebaikan seseorang.
Bila Engkau mengujiku dengan ketidakpastian, maka jadikan pikiranku jernih untuk segera mengambil keputusan. Bila Engkau mengujiku dengan banyaknya pilihan, maka jadikanlah nuraniku mampu mendengar petunjuk-Mu, bahwa hanya ada satu yang layak dituju, bukan dipilih. 
Bila Engkau mengujiku dengan waktu, maka jadikan kesabaranku memiliki batas yang lebih panjang dari waktu yang Engkau berikan. Bila Engkau mengujiku dengan kehadirannya, maka jadikan aku orang yang paling sabar menghadapinya.

Dari cerita tersebut, mungkin ada juga ujian yang lagi kalian hadapi. Personally, gw pikir ujian gw adalah waktu. Karena sampai sekarang sama sekali belum ada tanda-tanda kehadiran seseorang #hiks #sedih

Oleh karena itu gw berdoa semoga kesabaran ini memiliki batas yang lebih panjang dari waktu yang Engkau berikan, aamiin. Selain itu gw juga ingin secara konkret berusaha lebih baik lagi dalam memperbaiki diri dan mencoba memperluas jaringan pertemanan. Semoga emang simply gw belum ketemu aja sama ‘dia’ hahaha... Semoga bisa segera bertemu, aamiin.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hambatan Dalam Kepemimpinan

Sering menyalahkan situasi
Seorang koruptor yang dihadapkan ke pengadilan mengatakan bahwa ia sebenarnya korban situasi. Sebenarnya ia bukan korban situasi, namun ia melarutkan diri dalam situasi dan menggunakan situasi sebagai alasan untuk berbuat jahat. Situasi melahirkan pemimpin yang cocok untuk zamannya. Sejarah telah membuktikan kebenarannya. Kebanyakan panglima perang menunjukkan wibawanya pada masa peperangan tetapi tidak cocok memimpin kelompoknya pada masa damai dan tenteram. Pemimpin yang dapat melihat situasi yang dihadapi dan cerdas menanggapinya, mampu memberikan perintah pada saat yang tepat dan mengambil inisiatif. Pemimpin seperti ini tidak perlu menjadi ahli di bidangnya tetapi memahami pengetahuan umum di bidang itu. Di samping itu anda tentu saja harus memiliki kemampuan teknis dan profesional agar anda berwibawa dalam mengatur roda kepemimpinan serta mengambil keputusan yang komunikatif dan meyakinkan.
Tidak berhasil memotivasi mereka
Kebolehan seorang pemimpin berg…

Itinerary and Budget South Korea Trip [May 2016]

Setelah sepuluh postingan sebelumnya itu menceritakan tentang kejadian apa aja yang terjadi selama perjalanan gw, Nono dan Anita di Korea Selatan pada tanggal 1 – 10 Mei 2016, kali ini gw akan memposting mengenai keseluruhan itinerary kita dan juga budget gw selama traveling kemaren.
Sebelum liat itinerary aktual kita pas di Korea Selatan, ini gw kasih liat itinerary yang kita rencanain sebelum berangkat: (please click and then open image in new tab for bigger resolutions)

Bikin Surat Keterangan Berbadan Sehat dan Bebas Narkoba di RSUD Tangsel

Tahun ini, pendaftaran Beasiswa LPDP 2018 udah dibuka, bahkan yang tujuan dalam negeri pendaftarannya udah ditutup tanggal 8 Juni 2018 kemarin. Gw pun daftar yang dalam negeri, setelah tahun lalu mencoba daftar yang luar negeri dan gagal di Assessment Online :(
Salah satu persyaratan BPI (Beasiswa Pendidikan Indonesia) Program Magister adalah memiliki Surat Keterangan yang dikeluarkan oleh dokter dari Rumah Sakit Pemerintah; Puskesmas; atau Klinik Pemerintah dengan masa berlaku paling lama 6 (enam) bulan sebelum penutupan pendaftaran di setiap periode pendaftaran dengan ketentuan: Surat keterangan berbadan sehat dan bebas dari narkoba, berlaku untuk semua pendaftar BPI Reguler. Surat keterangan bebas TBC, hanya untuk pendaftar BPI Reguler tujuan luar negeri.
Mungkin bagi pejuang LPDP yang sebelumnya pernah daftar udah tau gimana caranya bikin kedua surat keterangan itu. Tapi gw mau bikin postingan ini sebagai pengingat aja in case tahun depan harus bikin lagi #SemogaNggak #SemogaTahun…

Bye-bye South Korea! #Day10

Hari ini officially hari terakhir di Korea Selatan, karena kita harus pulang ke Jakarta. Pagi itu agak hectic gitu, karena gw yang biasanya bangun paling pagi juga agak telat bangun. Langsung buru-buru mandi dan packing. Anita sama Nono juga kayanya cuma mandi bebek aja deh. Sambil nunggu mandi, kita juga sempetin sarapan ramyeon instan yang kita beli kemaren. Tapi gw sih kurang nafsu, jadi banyak sisanya.
Pas jam setengah 6an, si Justin dateng dia nanya kita udah siap atau belom dan mau ngajak bareng ke bandara. Tapi karena kita masih riweuh dan gak enak kalo minta dia nungguin, akhirnya kita minta dia berangkat duluan aja.
Pas udah jam 6an kurang, kita akhirnya rapih dan mulai jalan ke halte. Sebelumnya tuh kita dikasih bekel camilan gitu sama Kani, karena katanya kita gak sempet sarapan. Gak lupa sempetin foto bareng dulu sama Kani sebelum pamit pulang.