Skip to main content

Some Lines of Poetry from "the sun and her flowers"


Beberapa hari terakhir, gw baru selesai baca bukunya Rupi Kaur yang judulnya “the sun and her flowers”. Sebenernya udah dari Maret 2019 gw punya bukunya. Tapi seperti biasa, baru mood baca beberapa waktu ini.

Rupi Kaur - the sun and her flowers
photo by me

Gw pertama kali tau Rupi Kaur itu dari @oursharedshelf-nya Emma Watson. Liat beberapa puisinya dan menurut gw bagus. Akhirnya follow IG-nya Rupi Kaur dan ended up beli dua bukunya, “milk and honey” dan “the sun and her flowers” di Periplus.

Ini salah satu tulisan yang gw suka dari “the sun and her flowers”:

it has been one of the greatest and most difficult years of my life. i learned everything is temporary. moments. feelings. people. flowers. i learned love is about giving. everything. and letting it hurt. i learned vulnerability is always the right choice because it is easy to be cold in a world that makes it so very difficult to remain soft. i learned all things come in twos. life and death. pain and joy. salt and sugar. me and you. it is the balance of the universe. it has been the year of hurting so bad but living so good. making friends out of strangers. making strangers out of friends. learning mint chocolate chip ice cream will fix just about everything. and for the pains it can’t there will always be my mother’s arms. we must learn to focus on warm energy. always. soak our limbs in it and become better lovers to the world. for if we can’t learn to be kind to each other how will we ever learn to be kind to the most desperate parts of ourselves.

Gw paling suka kalimat terakhir. Kalau kita gak bisa belajar untuk bersikap baik ke orang lain, gimana caranya kita bisa belajar untuk bersikap baik pada bagian diri kita yang sebenernya paling butuh diperhatikan. Tiap orang pasti berbeda, karena hal yang udah dilalui pun pasti berbeda. Let’s be kind! kepada orang lain ataupun kepada diri sendiri :)

source: instagram.com

Comments

Popular posts from this blog

Hambatan Dalam Kepemimpinan

Sering menyalahkan situasi
Seorang koruptor yang dihadapkan ke pengadilan mengatakan bahwa ia sebenarnya korban situasi. Sebenarnya ia bukan korban situasi, namun ia melarutkan diri dalam situasi dan menggunakan situasi sebagai alasan untuk berbuat jahat. Situasi melahirkan pemimpin yang cocok untuk zamannya. Sejarah telah membuktikan kebenarannya. Kebanyakan panglima perang menunjukkan wibawanya pada masa peperangan tetapi tidak cocok memimpin kelompoknya pada masa damai dan tenteram. Pemimpin yang dapat melihat situasi yang dihadapi dan cerdas menanggapinya, mampu memberikan perintah pada saat yang tepat dan mengambil inisiatif. Pemimpin seperti ini tidak perlu menjadi ahli di bidangnya tetapi memahami pengetahuan umum di bidang itu. Di samping itu anda tentu saja harus memiliki kemampuan teknis dan profesional agar anda berwibawa dalam mengatur roda kepemimpinan serta mengambil keputusan yang komunikatif dan meyakinkan.
Tidak berhasil memotivasi mereka
Kebolehan seorang pemimpin berg…

Itinerary and Budget South Korea Trip [May 2016]

Setelah sepuluh postingan sebelumnya itu menceritakan tentang kejadian apa aja yang terjadi selama perjalanan gw, Nono dan Anita di Korea Selatan pada tanggal 1 – 10 Mei 2016, kali ini gw akan memposting mengenai keseluruhan itinerary kita dan juga budget gw selama traveling kemaren.
Sebelum liat itinerary aktual kita pas di Korea Selatan, ini gw kasih liat itinerary yang kita rencanain sebelum berangkat: (please click and then open image in new tab for bigger resolutions)

Review: Novel "Harga Sebuah Percaya"

Beberapa hari yang lalu gw baru selesai baca novelnya Tere Liye yang berjudul “Harga Sebuah Percaya”. Sebelumnya gw pernah review novel “BUMI” karya Tere Liye (bisa dibaca di sini). Sampai saat ini masih belum ada mood untuk ngelanjutin review novel “BULAN”, sekuel dari “BUMI”. :(
Gw punya novel ini dari akhir Agustus 2019. Saat itu akun official Gramedia lagi diskon, akhirnya gw beli lima novel Tere Liye dan salah satunya “Harga Sebuah Percaya” ini. Empat novel lainnya masih terbungkus rapi dan gw masih belum ada mood untuk baca. Mungkin salah satunya akan segera gw baca saat liburan akhir tahun ini. Lagi pula saat ini gak ada drama Korea yang diikutin, jadi gw punya banyak waktu luang untuk baca.

Review ini mengandung SPOILER! dan juga sangat subjektif! Jadi gak apa-apa kalau ada yang punya pendapat lain. Let’s respect each other and I’m very open for a discussion! Silahkan comment di bawah, pasti gw bales kok hehe…
Overall, Novel “Harga Sebuah Percaya” ini menceritakan kisah Jim yan…

Puisi "Batas" oleh M. Aan Mansyur

Beberapa waktu yang lalu, gw lagi bener-bener suka sama satu puisi. Pasti udah banyak yang tau puisi ini, karena memang ia ada di film Ada Apa Dengan Cinta 2. Puisi ini adalah puisi yang Rangga tulis untuk Cinta saat dia menuju Jakarta. 
Mungkin ada yang berpendapat bahwa basi banget baru suka puisinya sekarang, padahal film AADC2 itu tayangnya udah dari 2016. But hey, it's okay to not follow the trend, isn't it? hahaha..

Semua perihal diciptakan sebagai batas.
Membelah sesuatu dari sesuatu yang lain.
Hari ini membatasi besok dan kemarin. Besok
batas hari ini dan lusa. Jalan-jalan memisahkan
deretan toko dan perpustakaan kota, bilik penjara
dan kantor walikota, juga rumahmu dan seluruh
tempat di mana pernah ada kita.Bandara dan udara memisahkan New York
dan Jakarta. Resah di dadamu dan rahasia
yang menanti di jantung puisi ini dipisah
kata-kata. Begitu pula rindu, hamparan laut
dalam antara pulang dan seorang petualang
yang hilang. Seperti penjahat dan kebaikan
dihalang uang dan u…